Banyak diantara merasa gelisah akibat gangguan jin atau penyakit hati yang sulit dijelaskan secara medis. Sayangnya, karena rasa putus asa, tidak sedikit yang terjebak pada praktik pengobatan dukun yang justru mengandung unsur kesyirikan. Ketidaktahuan akan sejarah dan metode yang benar dapat membahayakan akidah serta ketenangan jiwa kita.
Islam sebenarnya telah memberikan solusi melalui praktik Ruqyah yang memiliki akar sejarah sangat kuat. Sebelum Islam datang, masyarakat Arab sudah mengenal berbagai mantra. Namun, Rasulullah SAW kemudian membersihkan praktik tersebut dari unsur-unsur syirik dan menjadikannya sarana penyembuhan yang bertauhid.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al-Isra: 82).
Dalam catatan sejarah, Rasulullah SAW juga memperbolehkan teknik ini selama isinya adalah doa yang murni. Beliau bersabda dalam sebuah hadits:
اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ
Perlihatkanlah kepadaku ruqyah kalian. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. (HR. Muslim).
Ruqyah syar'iyyah adalah metode penyembuhan dengan membacakan ayat suci atau doa ma'tsur untuk memohon perlindungan hanya kepada Allah. Dengan memahami sejarahnya, kita dapat menjalani pengobatan spiritual yang tenang, aman, dan penuh keberkahan sesuai sunnah.
Mari kembali ke pengobatan yang sesuai syariat dan jaga kemurnian iman kita. Bagikan artikel ini agar lebih banyak orang mengenal indahnya pengobatan ala Nabi.